Resensi Buku Filsafat Islam
RESENSI BUKU FILSAFAT ISLAM
Disusun
untuk memenuhi tugas resensi Filsafat Islam
Mata
Kuliah : Filsafat Islam
Dosen
Pengampu : H. Encep Taufik Rahman, S.HI., M.Ag
Disusun
oleh
Aliph
Johan Pratama 1194040011
Kelas
: PMI - 2A

Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Pengembangan Masyarakat Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung
2020
Judul Buku : Pengantar Filsafat Islam
Penulis : Dedi Supriyadi, M. Ag.
Editor : Drs, H.Maman Abdul Djaliel, M. Ag.
Desain
coper : Tim
Desain Pustaka Setia
Setting
Layout Montase : Tim Redaksi
Pustaka Setia
Bulan
Terbit : Januari
Tahun
Terbit
: 2013
Cetakan
: ke – III
Halaman
: 300
Tebal
buku
: 16 x
24 cm
Penerbit
: CV.
PUSTAKA SETIA.
Biografi Penulis
Dedi Supriyadi, M.
Ag. Lahir 2 juli 1972 di kampong Serang {Cikarang Selatan, Sekarang} Desa
Sukadami, Bekasi. Tempat tinggal sekarang kompleks bumi Rancaekek Kencana Jl.
Kastus I No. 93 Blok VII Bandung.
Penulis menamatkan jurusan S1 Jurusan Perbandingan Madzhab Fakultas
Syariah IAIN [sekarang UIN] Sunan Gunung Djati Bandung yahun1995 dengan judul
skripsi Rekontruksi Tradisi Ikhtilaf Imam Madzhab Fiqh Perspektif Perbandingan
Madzhab. Selanjutnya ia mengabdi di almamaternya, khususnya fakultas Syariah
dari tahun 1996-2001. Pada tahun 1997-1998, Penulis medapat pelatihan Bahasa
Inggris dari DEPAG RI Jakarta di Indonesia Australia Language Foundation,
English for Academid Purposes Denpasar-Bali.
Untuk menambah
wawasan keilmuan, Penulis meneruskan Program S2 PascaSarjana IAIN Sunan Gunung
Djati Bandung konsentrasi Studi Hukum dan Pranata Sosial Islam. Awal tahun
2002, Penulis lulus dengan tesis Pemikiran Joseph Schacht (1902-1969) tentang
Hukum Islam. Saat ini, adalah dosen tetap jurusan Perbandingan Madzhab danHukum
FakultasSyariah UIN Sunan Gunang Djati Bandung Sejak Tahun 2003 yang mengasuh
mata kuliah Fiqh, Perbandingan Ddan Bahasa Inggris. Di samping sebagai dosen,
penulis diberi tugas sebagai sekretarisPribadi Rektor UIN Sunan Gunug Djati
Bandung bidang akademik dan Bahasa (Arab dan Inggris) dari tahun 2001-2007.
Penulis sekarang sedang menempuh Program Doktor di UIN bandung (angkatan 2007).
Pengalaman belajar
selain di almamaternya, penulis pernah mengaja di Lembaga Pendidikan Bahasa
Inggris IEC cabang Jatinangor dari tahun 2002 – 2003, sebuah lembaga bahasa
yang dipercaya oleh Kedutaan Amerika Serikat dalam mempersiapkan orang-orang
yang akan studi di luar negri. Beberapa karya yang telah dipublikasikan;
(1) Bahan Perkuliahan Bahasa Inggris I fakultas Syariah IAIN SGD
bandung (insan mandiri, Bandung), 2004.
(2) Bahan-bahan perkuliahan Bahasa Inggris II fakultas Syariah IAIN
SGD Bandung (Insan Mandiri, Bandung), 2005.
Buku ini merupakan sebuah sumbangsih yang sangat besar bagi kaum
pelajar khususnya setingkat mahasiswa dan mahasiswa pasca sarjana yang mungkin
masih awam dalam memahami tentang filsafat pendidikan islam. Permasalahan
mengenai filsafat yang dikaji di setiap kampus pendidikan ternyata hampir sama,
yaitu sulitnya membedakan antara filsafat pendidikan dan teori pendidikan.
Dengan semua daya dan upaya penulis optimalkan dalam menyusun buku ini, penulis
adalah seorang yang ahli di dalamnya yaitu seorang pengajar tentang Filsafat
Pendidikan dan Ilmu Pendidikan di beberapa perguruan tinggi, yang mahasiswanya
adalah mahasiswa program S1 dan S2.
SINOPSIS
Filsafat islam merupakan peran yang dimainkan oleh kekuatan
berfikir secara mendalam, perenungan yang radikal yang kesemuanya
bertumpu pada kekuatan akal dan rasio yang telah mendapatkan otonomi atau
amanat dari Tuhan. Dengan demikian peran dan fungsi akal serta posisi akal
dalam Islam, sama dengan keberadaan filsafat Islam, yang keduanya digunakan dan
dimanfaatkan untuk memudahkan pengabdian manusia kepadaa Tuhannya. Oleh karena
itu, posisi filsafat Islam sesungguhnya sentral dalam keberagaman Islam, sebab
islam adalah wahyu dan akal, sehingga dalam pencapaian mengetahui Islam secara
mendalam, diperlukan keduanya dalam menyelasaikan persoalan umat Islam di
dunia ini.
Penulisan dalam buku ini memuat tentang suatu prinsip yang disebut
sebagai cara berpikir filsafat. Ketika kita berfilsafat berarti kita sedang
berfikir, dan tidak berarti berfikir dapat disebut berfilsafat. Setidaknya ada
beberapa ciri berpikir filsafat, diantaranya, pertama, radikal yaitu
berpikir sampai ke akarnya ; kedua, sistemik, yaitu berpikir secara
logis, bergerak selangkah demi selangkah penuh kesadaran, berurutan dan penuh
rasa tanggung jawab ; ketiga, universal (berpikir secara menyeluruh,
tidak terbatas pada bagian – bagian tertentu).
Jadi, filsafat adalah sesuatu yang berharga dan bermanfaat dalam
perkembangan umat manusia, terlebih dalam dunia pengetahuan dan ilmu. Dalam
pengembangan, pengujian atau pembuatan ilmu pun filsafat punya wadah khusus
yang tugas dan fungsinya di bidang tersebut, yaitu filsafat ilmu.
Dihadapkan pada nilai guna dan manfaatnya, maka di dalam buku ini
diuraikan tentang pandangan terhadap filsafat ilmu yang layak untuk terus
dikaji dan dipahami setiap orang, termasuk diantaranya para akademisi dan
ilmuwan di bidangnya. Karena tidak menutup kemungkinan dengan filsafat ilmu ini
ilmu baru akan tercipta dan tercipta dari ilmu sebelumnya.
Di samping itu, buku ini juga mengajak kita untuk lebih mengenal
tentang filsafat ilmu yang mengajarkan kepada kita untuk terus mempertanyakan
dimensi why, sehingga menuntut kita masuk kedalam logika orang. Bukan
sebaliknya, memaksa orang dalam logika kita. Yang terpenting dalam filsafat
ilmu, dengan filsafat ilmu, kita diajak untuk menelusuri dan membuktikan
sesuatu ilmu dan pengetahuan itu yang harus betul-betul bermakna buat kita dan
keberlangsungan umat manusia.
Selanjutnya perkembangan filsafat Islam dari sebelum Islam sampai
sesudah Islam mempunyai beberapa fase. Fase yang pertama yaitu Fase Sebelum
Islam, dimana Filsafat Islam pada saat itu belum lahir, yang ada hanya pikiran
Mesir Kuno, pikiran Sumeria, pikiran Babilonia, pikiran Cina, pikiran Yunani
dan lain sebagainya. Semuanya itu boleh jadi memberikan sumbangan pada
pembentukan Filsafat Islam, Akan tetapi yang Nampak sekali hubungannya, bahkan
menjadi sumber bagi filsafat Islam sebelum Islam ialah Filsafat Yunani.
Fase yang kedua yaitu fase sesudah Islam. Filsafat Islam setelah
datangnya agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw., sebenarnya belum terlalu
Nampak adanya, namun setelah wafatnya nabi, muncul persoalan-persoalan yang
sangat kompleks, situasi ini memunculkan pemikiran-pemikiran yang baru yang bersumber
dari akal. Sehingga bangsa arab maupun lainnya mulai mempelajari buku-buku
tentang filsafat yang diambil dari filsafat yunani.
Setelah berkembangnya filsafat Islam, muncul pemikiran-pemikiran
tentang ajaran agama islam, yang pertama muncul adalah makna Filsafat
ke-Tuhanan. Pada dasarnya. Para filosof Islam dalam memahami filsafat
ke-Tuhanan, sebenarnya tidak mereka-reka Tuhan, mereka hanya berusaha untuk
mencari hakekat berke-Tuhanan, dengan maksud lebih meningkatkan keimanan dan
ketaqwaannya.
Didalam meningkatkan keimanannya, para filosof juga mempelajari
tentang makna kenabian. menurut mereka, Nabi adalah seorang insan yang berkat
pengaruh akal aktif (akal fa’al) terhadap daya indrawi dan khayal telah
memperoleh hakikat-hakikat yang juga diperoleh oleh para filosof, melalui
pendayagunaan akal teoritisnya secara optimal-maksimal sampai pada kemampuan
akal mustafadnya yang mampu berkomunikasi dengan akal aktif, dan perbedaannya
terletak pada cara menerima hakikat tersebut. Pada filosof, hakikat itu diterima
dari daya indrawi ke daya khayal, lalu daya berfikir yang dapat
berhubungandengan akal aktif. Sedangkan pada Nabi dimulai dari akal aktif turun
langsung kepadanya. Jadi sumber dari keduanya itu adalah satu, yaitu akal aktif
(akal fa’al).
Dalam pandangan filsafat Islam, kebenaran dan ilmu tidak berada di
bawah kekuasaan hawa nafsu, karena akan melahirkan kerusakan. Etika ilmu adalah
kepihakan kepada kebenaran, pembebasan manusia dan kemandirian yang tidak
terkooptasi oleh sistem yang menindas. Dan manusia pada hakikatnya merupakan
‘abd, sehingga manusia harus mewujudkan karya kesalehan di muka bumi dan
mengabdikan kemampuan kreatifitasnya untuk menjabarkan hukum-hukum Allah baik
hukum alam, hukum akal sehat maupun hukum moralitas keagamaan. Oleh karena itu.
Manusia sebagai hamba yang lemah harus taat dan tunduk kepada Allah yang telah
menciptakan alam semesta ini.
Selanjutnya dalam filsafat Islam itu juga dipelajari tentang
metafisika Islam. Metafisika Islam ini dijadikan landasan pendidikan, agar ilmu-ilmu
tidak bersifat sekuler, namun setiap ilmu pengetahuan yang berkembang didasari
pada paham ketuhanan, sehingga ilmu pengetahuan tidak berorientasi pada hal-hal
yang bersifat materi saja tetapi juga immateri, sehingga nantinya hasil
pendidikan tidak bersifat sekuler, namun memadukan keduanya. Dan dengan
mempelajari metafisika kita dapat mengetahui hakekat yang ada pada nafs Tuhan,
tentang keghaiban para malaikat, jin dan penalaran yang kita capai pada puncak
pengetahuan alam ghaib.
Selain metafisika, filsafat Islam juga memandang tentang estetika
dalam Islam. Pada hakikatnya, estetika ( keindahan ) seperti yang nampak pada
alam seisinya, sesungguhnya merupakan penjelmaan dari cahaya keindahan
Illahi, alam diciptakan oleh Allah ysng merupakan keindahan yang abadi. Jadi
Allah lah yang menciptakan keindahan, sehingga sumber dari keindahan tidak lain
adalah Allah. Dan dengan itu manusia akan terarah untuk mencapai kebahagiaan
yang sejati, yang diperoleh melalui pengenalan sesuatu yang indah.
Yang terakhir dalam filsafat Islam adalah eskatologi dalam Islam.
Yaitu suatu paham yang bercorak kefilsafatan ynag berusaha menjangkau kehidupan
jangka panjang dengan cara hidup meninggalkan kepentingan-kepentingan duniawi,
dan menekankan dorongan-doronagan darah dan mengutamakan
kepentingan-kepentingan akhirat dan mengikuti secara total bimbingan
spiritualitas. Dalam konsep filsafat Islam, eskatologi sesungguhnya menjadi
upaya pemikiran transcendental untuk menyingkap kehidupan sesudah mati, dan
lebih mengetahui hakikat kehidupan sehingga perilakunya bisa berjalan kearah
yang benar.
Buku ini juga tidak ditulis secara sistematik menurut struktur
Filsafat Pendidikan. Tetapi, penulis hanya membicarakan beberapa topik atau
tema saja yang dianggapnya penting. Bahkan sebagian besar bahan-bahan materinya
diangkat dari makalah-makalah yang pernah penulis dibahasdi forum-forum diskusi
atau formal lainnya.
Sekilas Isi Buku
A.
Pengertian
Filsafat Islam .
Kata falsafah dipinjam
dari kata yunani yang sangat terkenal , philoshopia yang berarti kecintaan pada
kebenaran ( wisdom ) dengan sedikit perubahan , pengertian filsafat yang semula
berarti kecintaan kearifan ternyata menjadi luas sekali , dahulu , kata shopia
tidak hanya kearifan saja , melainkan berarti pula kebenaran pertama ,
pengetahuan luas , kebajikan , intelektual , pertimabangan sehat sampai pada
kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikan dalam memutuskan soal soal praktis
Dalam tulisan
ahmad tafsir , yang mengutip dari berbagai ilmuwan diseutkan bahwa pada fase
perkembangan filsafat sebagai sifat dan kerja yaitu pada aristoteles , misalnya
pemgertian filsafat sangat umum , luas sekali saat itu sehingga segala usaha
dalam mencari kebenaran dinamakan filsafat .
Filsafat ialah
ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah masalah yang tidak dapat dijawab
oleh ilmu pengetahuan biasa , karena masalah masalah termaksud berada diluar
atau diatas jangkauan ilmu pnegetahuan biasa .
B.
Makna
filsafat islam : kajian historis
Perlahan tapi
pasti akhirnya dapat diakomodasikan dan tidak menjadi hambatan selanjutnya .
Secara historis , tarik menarik kepentingan bahwa filsafat itu murni atau tidak
murni dari islam adalah fakta yang tak bisa dihindari
Saling
mengklaim antarilmuwan barat dan islam menjadi lembaran panjang dan dalam
perjalanan filsafat .
C.
Objek
Filsafat Islam .
Yaitu meliputi
segala hal pengetahuan mnausia serta segala sesuatu yang ingin di ketahui .
Penyelidikan tentang bahan dan aturab berpikir disebut lpgoka minor , adapun
yang menyelidiki isi berpikir disebut lpgika mayor , filsafat akal budi disebut
epistimologi dan adapula yabg kenyebut kritik , sebeb akal yang menyebut kritik
, sebab akal yang menyelidiki akal . Adapun objek filsafat ialah objek kajian
filsafat pada umumnya yaitu realitas , baik baik yang material maupun yang gaib
.
Dalam hubungan
ini objek filsafat islam ialah objek kajian filsafat pada umum nya yaitu
realitas , baik yang material mauoun yang gaib. Perbedaan nya terletak oada
subjek yang mempunyai komitmen qur'ani . Dalam hubungan ini , objek kajian filsafat
islam dalam tena besar adalah tuhan ,alam , mnausia dan kebudayaan . Tema besar
itu hendaknya dapat di jabarkan lebih spesifik sesuai dengan perkembangan zaman
, sehijgga daoat ditarik benang merah dari perkembangan sejarah pemikiran
kefilsafatan yang hingga sekarang , setiap zaman mempunyai semangat sendiri
sendiri
Akan tetapi ,
pengkajian objek bisa meluas dan mendalam sehingga objek nya bisa bertambah .
Hal itu karena bahwa dibelakang objek ilmu ilmu positif yang diperoleh dengan
penelitian dan pengujian
Dan hanya bisa
ditanggapi dan titanggulangi dengan akal pikiran manusia semata . Persoalan
persoalan itulah yang membuat filsafat . Misalnya dari benda pada umumnya ini
tersusun ??
Seperti
perubahan oksigen dan hidrogen air atau roti dan daging menjadi badan manusia
dan hewan . Bagaimana suatu benda bisa berubah menjadi lainnya . Demikian ,
objek kajian filsafat islam yang memiliki ciri khas tersendiri .
D.
Filsafat
, Ilmu Dan Agama
Ilmu berasal
dari kata bahasa arab yang berarti sebagai hal yang sangat penting bagi
kehidupan manusia didunia dalam rangka meningkatkan kualitas kemampuan diri
sengkat mnegangkat eksistensi manusia . Perbedaan yang cukuo mencolok antara
ilmu dan pengetahuannya , adalah menurut kebenarannya , suatu ilmu sudah
dipastikan benar karena telah melalui proses penelitian yang di dukunh oleh
fakta fakta .
Sedangkan pada
pengetahuan kebenarannya masih belumpasti karena belum didukumg dengan fakta
fakta , filsafat merupakan ilmu yang sudah ada dari jaman dulunya , dan
dianggap sebagai mother of science , dengan adanya filsafat dan ilmu
pnegetahuan mengembangkan dan melahirkan ilmu baru serta teori yang belum
pernah ada , agama erat kaitannya dengan kehidupan pada dasarnya agama
merupakan suatu kepercayaan terhadap keyakinan yang mempengaruhi kehidupan
manusia .
Agama dijadikam
suatu kepercayaan yang dapat menimbulkan prilalu seperti beribadah , berdoa ,
adanya rasa takut rasa optimis dan pasrah pada pemeluknya .
Persamaan
antara filsafat , ilmu , dan agama adalah sama sama mencari kebenaran dengan
cara mengadakan riset dan penelitian untuk mencari kebenaran tersebut ,
terdapat perbedaan natara filsafat ilmu dan agama adalah , filsafat bersumber
dari akal budi rasio manusia sedangkan agama bersber dari wahyu tuhan , ilmu
onegetahuna mencari kebenaran dengan riset , pengalaman atau empiris ,percobaan
atai eksperimen.
a)
Tidak
dapat semua pengetahuam mnejadi ilmu pengetahuan namun pnegetahuma yang
memiliki larakteristik tertentu disusun secara sistematis , metodis dan syarat
sayarat tertentu .
b)
Agama
merupakan hal yang urgen untuk mbimbimg dan sebagai pedoman hidup agar manusia
hidup tenang di dunia dan akhirat karena tuntunan yang diajarkam masing masing
agama , agama berfungsi baik bagi manusia ataupum dalam kehidupan individu
maupun kehidupan masyarakat .
E.
Kontribusi
Filsafat Muslim Terhadap Pemikiran Barat Modern .
Kontribusi
pemikir filsof barat sangat besar sekali walau pemikiran filsafat islam tidak
bisa lepas dari filsafat yunani halini karena pemikiran bangsa arab banyak
terpengaruh oleh negara negara sebelumnya yaitu yunani , memang jika dilohat
dari segi materi filsafat islam dan filsafat ynani memiliki kesamaan , akan
tetapi filsuf islam tidak lepas dari ajaran Al Quran an Al Hadits atau ass
sunah , harus diingat bahwa tangan oara filsuf muslim mencapai kedalaman dan
kesempurnaan filsafatnya seperti oada abad XII , diterjemahkan kitab qaanun
karya ibnu sina mengenai kedokteran , pada akhir abad XIII diteerjmahkan pula
pada kitab al hawiyy karangan ar razi yang lebih luas dan lebih tebal daripada
al qaanun .
Al kindi
mengatakan bahwa tuhan adalah wujud yang haq sebenarnya , yang tidak pernah
tiada sebelumnya dan akan aensntiasa ada selama lamanya , tuhan adalah sujud
sempurna yang tidak pernah didahului oleh wujud sebelumnya dan wujudnya tudak
akan pernah beerakhir serta tidak ada wujud lain selain peraturannya .
Akal dapat
mengetahui pengetahuan yang benar tentang realita tapi juga mnegetahui
keterbatasan akal untuk mencapai pengetahuan metafisis , oleh karena itu
diperlukan adanya nabi untuk mengajarkan hal hal diluar jangkauan manusia yang
diperoleh dari wahyu tuhan ,
a.
Menurut
al kindi waktu , ruang gerakan dan benda semuanya relatif dan tidak absolut
b.
Jika
ada gerakan disana perlu ada benda begitupun sebaliknya .
c.
Benda
, waktu , gerakan , dan ruang tak hanya relatif terhadap satu sama lain namun
juga ke objek lainnya dan pengamat yang memantau mereka
d.
Meski
setiap manusia tak terbatas dalam jumlah dan keberlangsungan , mereka terbatas
dalam jarak watu dan ruang , gerakan benda yang juga terbatas
Pengertian
indrawi adalah pengetahuan yang terjadi secara langsung ketika seorang
mengamati atau meneliti suatu objek material. Rasional adalah , metode ini
identik dengan konsep yang digunakan oleh aliran mu'tazilah yang mengedepankan
akal secara universal .
Pembahasan Perbab yang di angkat
penulis adalah sebagai berikut:
·
BAB I
Pendahuluan, yaitu menjelaskan perbedaan filsafat Umum dan Filsafat Islam.
Sekaligus juga menceritakan latarbelakang penulisan buku ini dan sistematika
yang dipakainya dalam pembahasan tiap BAB.
·
BAB
II Filsafat Islam di Dunia Islam Timur, Filsafat Timur merupakan
sebutan bagi pemikiran-pemikiran filosofis yang berasal dari dunia Timur atau Asia, seperti Filsafat
Tiongkok, Filsafat India, Filsafat Jepang, Filsafat Islam, Filsafat Buddhisme, dan
sebagainya. Masing-masing jenis filsafat merupakan suatu sistem-sistem
pemikiran yang luas dan plural. Misalnya saja, filsafat India dapat terbagi
menjadi filsafat Hindu dan filsafat Buddhisme, sedangkan
filsafat Tiongkok dapat terbagi menjadi Konfusianisme dan Taoisme. Belum lagi,
banyak terjadi pertemuan dan percampuran antara sistem filsafat yang satu
dengan yang lain, misalnya Buddhisme berakar dari Hinduisme, namun kemudian
menjadi lebih berpengaruh di Tiongkok ketimbang di India. Di sisi lain, filsafat Islam malah lebih
banyak bertemu dengan filsafat Barat. Akan tetapi,
secara umum dikenal empat jenis filsafat Timur yang terkenal dengan sebutan
"Empat Tradisi Besar" yaitu Hinduisme, Buddhisme, Taoisme, dan
Konfusianisme.
Filsafat Timur memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan filsafat
Barat, yang mana ciri-ciri agama terdapat juga di dalam filsafat Timur,
sehingga banyak ahli berdebat mengenai dapat atau tidaknya pemikiran Timur
dikatakan sebagai filsafat. Di dalam studi post-kolonial bahkan ditemukan bahwa filsafat Timur dianggap lebih rendah
ketimbang sistem pemikiran Barat karena tidak memenuhi kriteria filsafat
menurut filsafat Barat, misalnya karena dianggap memiliki unsur keagamaan atau mistik. Akan tetapi,
sekalipun di antara filsafat Timur dan filsafat Barat terdapat
perbedaan-perbedaan, namun tidak dapat dinilai mana yang lebih baik, sebab
masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Selain itu, keduanya diharapkan
dapat saling melengkapi khazanah filsafat secara luas.
·
BAB
III Filsafat Islam di Dunia Islam Barat, Yang dibahas disini terutama filsafat Barat, karena
misalnya filsafat India dan filsafat Tiongkok lebih bersifat mengajar bagaimana
manusia mencapai “keselamatan” (“moksa”), atau bagaimana manusia harus
bertindak supaya diperoleh keseimbangan antara dunia dan akhirat. Tak dapat
diungkiri di dalamnya juga ada unsur akal, tetapi bukan produk dari refleksi
yang sifatnya kritis rasional.
Ada empat periode besar dalam filsafat Barat:
- Zaman
Yunani (600 sM – 400 M);
- Zaman
Patristik dan Skolastik (300 M – 1500 M);
- Zaman
Modern (1500 M – 1800 M);
- Zaman
sekarang (setelah 1800 M).
·
BAB
IV Filsafat Islam sesudah Ibnu Rusyid,
Jika mau menilai dengan jujur, maka usaha pendamaian agama dan filsafat yang
dilakukan Ibnu Rusyd melebihi upaya yang dilakukan para filosof Muslim seperti
al_kindi, al-Farabi dan lain-lain. Dalam rumusannya terlihat, perpaduan utuh
kebenaran agama dan filsafat dengan argumentasi yang kokoh dan sepenuhnya
berangkat dari ajaran agama Islam. Dengan keunggulan itu, Ibnu Rusyd mampu
mematahkan “serangan” Al-Ghazali dengan cara yang lebih tajam dan jelas.
Maka dari itu
terlihat sikap tegas, jujur, terbuka dan penguasaan serta kedalaman ilmu
pengetahuan pada diri Ibnu rusyd. Dari sikap dan pandangannya demikian pula
kemudian Ibnu Rusyd terlihat seorang filsuf Islam yang paling dekat pandangan
keagamaannya dengan golongan orthodoks. Dan dari riwayat hidupnya diketahui
bahwa diantara filsuf Islam, tidak ada yang menyamainya dalam keahliannya dalam
bidang fiqh Islam.
KELEBIHAN BUKU
Dalam buku filsafat Islam ini, kelebihannya adalah dengan pendekatan
tematik, yaitu semua pandangan para filosof tentang Islam dijelaskan
dalam buku ini. Seperti tentang filsafat ketuhanan, filsafat kenabian, filsafat
etika, dan lain sebagainya. Dalam penulisannya juga sangat menarik. Yaitu dalam
penjelasan bab-babnya ada yang diberi kesimpulan, bahkan daftar pustakanya pun
ditulis langsung di akhir babnya. Jadi pembaca bisa mengetahui refresensi dari
penulisan buku ini.
Buku ini pembahasan yang sangat panjang mengenai filsafat Islam.
Dari awal mula adanya filsafat Islam. Kelebihan dari buku ini adalah pembahasan
yang dibahas mengenai filsafat sangak kompleks, juga memasukkan para tokoh
orientalis, para ulama, para Sufi, ahli kalam untuk memperkuat argument atau
membandingkan dan juga ada yang menyanggah pendapat dari tokoh yang sedang di
bahas. Adanya pendapat lain dari luar ahli filsafat membuat pembahasan semakin
menarik dan semakin luas pemahaman dan pembahasannya. Jadi tidak hanya melihat
dari sudut filsafat, tetapi mengkolaborasikan dari sudut yang lain oleh para
ahli lainnya.
KEKURANGAN BUKU
Kekurangan dari buku filsafat Islam ini. Adalah pada penulisan kata
yang masih ada kesalahannya, tidak ada footnote, serta dalam pembahasan
tema dalam filsafat Islamnya, penulis tidak banyak memasukan filosof yang
membahas dalam tema tersebut, seperti tema filsafat etika, di buku itu hanya
dijelaskan pandangan etika dari Ibnu miskawaihnya saja, filosof seperti
Al-Ghozali tidak dicantumkan. Sehingga dari pembaca kurang wawasan dalam
memahami tema-tema dalam buku filsafat Islam tersebut.
Buku ini sedang tidak terlalu tebal dan juga tidak terlalu tipis.
Kekurangan dari buku ini adalah kurangnya penjelasan yang lebih detail dari
dari beberapa penjelasan yang ada. Buku ini kompleks, tetapi karena terlalu
kompleksnya itu jadi kadang ada bagian yang hanya dibahas hanya sekilas padahal
seharusnya dibahas lebih dalam. Masalah yang kedua adalah bahasa. Bahasa yang
dipakai ada yang terlalu tinggi bahasanya, jadi sukar untuk dipahami bagi
pemula.
KESIMPULAN
Dalam buku filsafat Islam ini. Menurut saya cukup bagus. Karena didalam
pembahasanya diuraikan tema-tema yang ada dalam pandangan para tokoh filsafat
Islam. Sehingga para mara pembaca tidak jauh pemahamanya dalam mepelajarinya.
Dan tak salah jika buku filsafat Islam ini diberi judul “Filsafat Islam
Pendekatan Tematik” karena sesuai dengan isi bukunya. Pada isi babnya
juga di beri kesimpulan dan daftar isinya juga, Agar pembaca mudah merujuk
buku-buku yang berkaitan dengan buku ini. Akhirnya buku ini pantaslah dibaca oleh
para pelajar, mahasiswa, pengajar, maupun orang biasa. Karana dengan membaca
buku ini kita bisa lebih mengetahui Ajaran Islam secara lebih mendalam sehingga
akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT.
Filsafat
terbentuk dari bahasa Yunani yaitu Philoshopia. Filsafat islam adalah filsafat
yang terinspirasi dari filsafat Yunani. Filsafat Islam ini bukanlah seluruhnya
adalah hasil mengadopsi dari Filsafat Yunani, melainkan adalah hasil kolaborasi
antara filsat Yunani yang terpengaruhi oleh alur pemikiran orang Islam di Arab
dan lingkungan yang berbeda, sehingga filsafat Islam ini mempunyai ciri khas
tersendiri dalam corak-corak pemikirannya.
Setelah membaca buku ini saya Aliph Johan lebih mengerti dan
lebih memahami tentang filsafat Islam yang ditinjau dari perspektif sejarah dan
corak pemikiran. Didalam filsafat Islam sendiri, tidak semua para filosofnya
mempunyai pandangan yang sama. Sudah menjadi hal yang wajar jika terjadi
perbedaan pandangan, tetapi mereka itu masing-masing mempunyai pendapat
sendiri-sendiri yang memperkuat argumentnya. Para Filosof pada masanya
mempunyai pro dan kontra dalam karyanya. Dan karyanya itu berpengaruh sebesar
apa atau menimbulkan kontra apa yang semakin membuat kajian filsafat semakin
asyik dan menyenangkan.
Untuk para pencinta ilmu filsafat atau para mahasiswa saya sarankan
untuk membaca buku ini sebagai tambahan referensi tentang ilmu filsafat. dan
mungkin isinya bisa dijadikan sebagai bahan diskusi lnjutan atas ilmu filsafat.
Komentar
Posting Komentar