Jurnal Pengaruh Hijrah Fest Terhadap Generasi Milenial

 

Pengaruh Hijrah Fest Terhadap Generasi Milenial

 Ajang S uryana1*, Aliph Johan2*, Ahmad Sarbini1, Rohmanur Aziz2

1Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

*Email : aliphjohan9btugas@gmail.com

ABSTRAK

 

            Dalam Tulisan ini yaitu tentang pengaruh dari pada kelompok dai selebritas terhadap masyarakat pada jaman sekarang, nama kelompok dakwah da’I selebritas itu sendiri ialah Hijrah Fest. Didirikan oleh seorang artis yang bernama Arie Untung dan berawal dari 4 orang artis lainnya yang sudah hijrah. Pokok masalah tersebut diuraikan dalam beberapa submasalah yaitu: 1) Bagaimana fenomena Hijrah Fest itu terjadi. 2) Apa pengaruh kelompok hijrah fest terhadap masyarakat milenial dan artis-artis lainnya.

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi pustaka dengan menggali informasi melalui media sosial seperti instagram, youtube, maupun google.

Dengan hadirnya kemunculan kelompok hijrah dari para artis hijrah yang luar biasa dari kalangan generasi milenial. Puluhan komunitas hijrah mulai bermunculan dan disambut antusiasme para pemuda pemudi milenial. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Keberadaan kelompok da’i artis yang selalu membuat kajian kajian Islam di daerah kota-kota besar membuat pesan dakwah tersampaikan dengan lebih mudah dikarenakan banyaknya antusias dari masyarakat.

 

 

Kata Kunci : Dakwah ; Kelompok ; Selebritas

 

 

 

 

PENDAHULUAN

            Dakwah merupakan salah satu pilar pokok bagi terpeliharainya eksistensi Islam di muka bumi, karna peran dakwah yang demikian pentingnya bagi kehidupan umat muslim, Al-Qur’an sendiri bahkan menganjurkan adanya komunitas sosial dalam berdakwah, dimana setiap komunitas muslim hendaknya memiliki sekelompok orang yang spesifik berprofesi sebagai para ahli dakwah(Da’i) untuk menyampaikan dakwah islam dan menjalankan fungsi amar ma’ruf (Perintah kebaikan) dan nahi munkar (Mencegah kejahatan dan keburukan) ditengah masyarakat yang kontradiksi sangat tampak di Indonesia sebagai Negara yang dihuni oleh masyarakat yang mayoritas islam, idealnya Indonesia mampu menjadi sebuah Negara yang makmur dan penuh kedamaian (Halimi,2008: 1)

            Namun kenyataanya, kedamaian dan kesejahteraan belum terwujud, bahkan persoalan persoalan negative menyangkut moralitas yang tersaji. Kasus kasus besar sepertu pembunuhan, pemerkosaan, penggusuran, bahkan terorisme selalu menjadi ancaman. Ironisnya, banyak dari pelaku-pelaku kasus diatas adalah orang Islam yang pada dasarnya adalah pembawa kedamaian.

            Pada hakekatnya dakwah tidak hanya sekedar menyampaikan seperangkat nilai normative doctrinal, tetapi dalam penyampaian pesannya, da’I harus menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini agar tidak terpuruk dalam kemaksiatan. Namun kenyataannya kondisi masyarakat tak berubah, masih banyak kejahatan dan ketidakpuasan hidup. Dakwah merupakan suatu proses transformasi nilai-nilai Islam yang bertumpu pada amar ma’ruf nahi munkar yang diaktualisasikan dalam tataran praktis artinya diwujudkan dalam gerakan riil yang langsung bersentuhan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, baik dalam konteks politik, sosial, budaya maupun ekonomi sehingga terwujudlah Islam sebagai Rahmatan lil alamin.

            Dakwah juga merupakan kegiatan yang sangat penting dalam Islam, karna berkembang tidaknya ajaran agama Islam dalam kehidupan masyarakat, merupakan efek dari berhasil tidaknya dakwah yang dilakukan. Da’i sebagai orang yang menyampaikan pesan atau menyebarluaskan ajaran agama Islam kepada masyarakat, harus memiliki keahliann tertentu dalam bidang dakwah Islam. Kemampuan tersebut baik dari segi penguasaan konsep, teori, maupun metode tertentu dalam berdakwah, terlebih akan memudahkan membuat antusias masyarakat umum apabila da’inya mempunyai ketenaran.

            Untuk itu keberadaan kelompok da’i artis yang selalu membuat kajian kajian Islam di daerah kota-kota besar membuat pesan dakwah tersampaikan dengan lebih mudah dikarenakan banyaknya antusias dari masyarakat.

            Dalam proses dakwah banyak metode yang digunakan, namun metode tersebut haruslah sesuai dengan kondisi masyarakat yang dihadapi. Oleh karna itu perlu dipertimbangkan metode yang akan digunakan dan cara penerapannya, karna sukses dan tidaknya suaatu program penyajian seringkali dinilai dari segi metode yang digunakan( Abdullah, 1992: 1).

            Didalam Al-Qur’an banyak terdapat ayat-ayat yang memerintahkan agar umat islam senantiasa menggerakkan dan mengiatkan usaha dakwah, sehingga ajaran islam senantiasa tegak dan dianut oleh umat islam. Firman Allah yang berkenaan dengan penyelenggaraan dakwah, salah satunya yaitu dalam surat An-Nahl 125.

 ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya            : Artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan

hikmah dan pelajaran yang baik dan bantalah mereka dengan cara

yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih

mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah

yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk

(Depag, 1989: 421).

            Berdasarkan penjelasan ayat di atas, bahwa Allah SWT telah memerintahkan umat islam untuk selalu menggerakkan dakwah islam, karna kegiatan ini merupakan aktivitas yang tidak pernah usai selama kehidupan dunia masih berlangsung. Selain itu Allah SWT juga memberi tuntunan cara-cara penyampaian materi dakwah dengan cara yang baik, sesuai dengan ajaran islam atau situasi dan kondisi mad’u sebagai objek dakwah.

            Dalam istilah komunikasi. Dakwah merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang komunikator kepada seorang komunikan , yang bertujuan agar orang lain tahu, mengerti, dan berharap agar orang lain menerima suatu paham, keyakinan atau melakukan perbuatan tertentu. Dengan demikian komunikasi tidak hanya penyampaian informasi. Tetapi juga pembentukan pendapat umum dan sikap publik (Pimay, 2006: 19).

            Komunikasi dalam proses dakwah tidak hanya ditujukan untuk memberikkan pengertian, memengaruhi sikap, membina hubungan sosial yang baik, tetapi tujuan terpenting dalam komunikasi adalah mendorong mad’u untuk melaksanakan ajaran-ajaran dengan terlebih dahulu memberikan pengertian, mempengaruhi sikap, dan membina hubungan baik (Faizah, dan lalu Muchsin Effendi, 2006: 150).

            Oleh karna itu da’i sebagai orang yang menyampaikan materi dakwah, hendaknya dapat memilih metode dakwah yang sesuai dengan situasi dan kondisi mad’unya agar penyampaiaan dan penerimaan pesan dakwah dapat direspon atau mendapat tanggapan yang baik dari mad’u. kegiatan dakwah itu akan efektif dan efisien apabila dimanifestasikan dengan cara yang tepat.

            Dakwah dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui kegiatan pengajian. Pengajian merupakan kegiatan mempelajari ilmu agama memlalui seseorang yang dianggap sebagai ahli agama atau kyai. Dalam kegiatan pengajian biasanya metode yang digunakan yaitu metode ceramah. Ceramah merupakan metode yang sering dilakukan oleh para da’i untuk menyampaikan materi dakwah pada mad’u.

            Seperti halnya para selebriti yang sudah hijrah mereka selalu mengikuti kajian kajian dari ustadz ustadz-ustadz terkenal hingga mereka membuat perkumpulan dan kajian sendiri yang mereka namakan “Hijrah Fest’. Hijrah fest awalnya merupakan pengajian para artis yang hijrah namun seiring dengan berjalannya waktu mereka jadi sekelompok orang yang membuat acara kajian itu dengan membukanya untuk masyarakat umum dan mengajak para artis-artis lainnya untuk hijrah bersama.

            Syekh Ali Makhfud(dalam Aziz, 2004: 4) mengatakan bahwa dakwah adalah  mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk (agama), menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan munkar, agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

           

LANDASAN TEORITIS

            Seperti yang telah dijelaskan di pendahuluan bahwasanya penulis akan menulis hal-hal yang intinya pasti berkaitan dengan dakwah, dimulai dari dakwah itu sendiri, lalu metode yang digunakan, orang yang berdakwahnya, orang yang mendengarkan dakwahnya dan kelompok jamaah yang membuat kajian-kajian tersebut, terlebih kami disini akan menekankan materi kepada kelompok/ jamaah yang didirikan oleh para artis yang hijrah, nama kajian kelompok itu ialah Hijrah Fest.

            Dakwah, Kata dakwah secara bahasa berasal dari kata daʻā-yadʻū-dawatan, yang memiliki kesamaan makna dengan al-nidā’, yang berarti menyeru atau memanggil. Sedangkan pengertian dakwah secara istilah menurut beberapa pakar adalah sebagai berikut:  Ibn Taimiyah menyatakan bahwa dakwah adalah seruan untuk beriman kepada-Nya dan pada ajaran yang dibawa para utusan-nya, membenarkan berita yang mereka sampaikan dan mentaati perintahNya, Syekh Ali Mahfudz menyatakan bahwa dakwah adalah mengajak manusia kepada kebaikan dan petunjuk Allah SWT, menyeru mereka kepada kebiasaan baik dan melarang mereka kepada kebiasaan buruk supaya beruntung di dunia dan akhirat, Prof. Toha Yahya Oemar menyatakan bahwa dakwah adalah upaya mengajak umat dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dunia dan akhirat. Quantum Dakwah (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), Hamzah Yaqub menyatakan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia dengan hikmah (kebijaksanaan) untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Prof. Dr. Hamka menyatakan bahwa dakwah adalah seruan atau panggilan untuk menganut suatu pendirian yang pada dasarnya berkonotasi positif dengan substansi terletak pada aktifitas yang memerintahkan amar ma’ruf nahi munkar. Jadi, dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dakwah adalah upaya menyeru atau mengajak manusia menuju jalan Allah SWT, yang memerintahkan manusia berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar.

            Secara umum tujuan dakwah adalah mengajak manusia kepada jalan yang benar dan diridhai Allah SWT agar bahagia dan sejahtera di dunia maupun di akherat. Adapun tujuan dakwah seecara khusus yang pertama adalah, Mengubah paradigm berfikir seseorang tentang arti penting dan tujuan hidup sesungguhnya. Yang kedua Menginternalisasikan ajaran islam dalam kehidupan seorang muslim sehingga menjadi kekuatan batin yang dapat menggerakkan seseorang dalam melaksanakan ajaran Islam. Yang ketiga Wujud dari internalisasi ajaran Islam tersebut adalah seseorang muslim memiliki keinginan untuk mengaplikasikan ajran islam dalam kehidupan sehari-hari.

            Setelah memahami tujuan dakwah, selanjutnya kita perlu memahami fungsi dakwah agar dakwah dapat dijalankan sesuai petunjuk Allah dan praktik dakwah yang dilakukan oleh rasulullah , Adapun fungsi dakwah yang pertama, Mengesakan Tuhan pencipta alam artinya adalah memberi pemahaman dan penjelasan kepada umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan menolak berbagai ideology, paham dan keyakinan hidup yang menyimpang dari syari’at. Yang kedua Mengbah prilaku manusia dari prilaku jahiliyah menuju prilaku yang islami. Secara fitrah, manusia memiliki potensi mengenal dan beriman kepada Allah SWT serta lahir dalam keadaan suci. Tetapi perubahan manusia tersebut, yakni tidak sesuai dengan nilai nilai Islami dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Untuk itu dakwah perlu disampaikan kepada umat manusia.

            Lalu dakwah pasti tidak jauh dari jama’ah mengingat Islam adalah agama yang terdapat banyak ibadah didalamnya harus dilakukan secara berjamaah ini menunjukan Islam menyenangi orang yang berjamaah.

            Jamaah sendiri secara bahasa artinya “ Kumpulan” . Sedangkan menurut istilah, sebagaimana dinyatakan oleh Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy-syatibi, bahwa para Ulama berselisih pendapat tentang makna al-jama’ah menjadi beberapa pendapat.diantaranya. yang pertama, Al-jamaah adalah Sawadul a’zam, artinya kelompok manusia yang besar sekali jumlahnya, mereka berpegang kepada agama Islam dan jauh dari firqah(golongan)sesat. Yang kedua, Al-jamaah adalah kumpulan para imam dari kalangan ulama mujtahidin. Allah SWT menjadikan mereka hujjah seluruh alam. Yang ketiga =, Aljamaah adalah para sahabat secara khusus ridwanullah ‘alaihim. Dikarenakan merekalah yang telah menegakkan tiang tiang agama Islam dan mereka tidak pernah sepakat dalam kesesatan sama sekali.

            Dengan dedmikian dapat penulis simpilkan bahwa jama’ah adalah kumpulan atau kelompok manusia yang berpegang pada Agama Allah SWT, yakni Islam yang mana mereka dijamin tidak akan berbuat kesesatan.

            Lalu jama’ah juga ada yang disebut jama’ah tabligh. Kata “jama’ah” menurut orang yang bertabligh adalah kumpulan orang beriman yang memiliki satu kerja, satu hati dan satu fikir. Misalnya Islam jama’ah, Jami’atul Muslimin dan apabila dikalangan artis yaitu nama jama’ahnya ialah Hijrah Fest. Sedangkan “Tabligh” artinya menyampaikan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Maulana Sa’ad bahwa Tabligh bukanlah nama Jama’ah, tetapi tabligh adalah amal yang harus dibuat oleh semua orang Islam diseluruh Alam.

            Karna itu, dapat penulis simpulkan yang dimaksud dengan jama’ah tabligh adalah orang yang terlibat dalam kerja secara tertib baik maqomi maupun intiqolo dan meletakkan nafsunya siap diantar kapan saja, kemana saja dan dengan siapa saja.

            Jama’ah Tabligh merupakan gerakan dakwah Islam yang lahir dari India. Pemdiri jama’ah ini adalah Maulana Muhammad Ilyas al-Kandahlawy, di Mewat, Delhi Selatan, India pada tahun 1927. Adapu yang melatarbelakangi berdirinya gerakan ini adalah karna Maulana melihat mayoritas masyarakat mewat(suku india) telah menyimpang jauh dari nilai-nilai tauhid. Mereka berbaur dengan orang-orang majusi penyembah berhala hindu. Sehingga tidak ada lagi nilai-nilai keislaman yang tersisa. Jama’ah ini termasuk gerakan non-politik dan tidak memandang asal usul madzhab. Dengan sebab itulah jama’ah ini dapat mudah diterima oleh khalayak masyarakat berbagai Negara. Ada dua hal pokok yang tidak boleh dibahas selama tabligh, yaitu politik dan khilafah.

            Adapun metode Jama’ah Tabligh dalam menyampaikan ajaran Islam yang pertama ialah, Basirah yaitu dimulai dengan cara melihat pribadi yang didakwahi. Yang kedua, Hikmah yaitu mengajak seseorang dengan cara bijaksana dan penuh kasih sayang. Yang ketiga, Husnu al-Khuluq yaitu melakukan dengan cara yang baik(akhlak yang baik). Yang keempat, Husnu al-tadbir yaitu strategi yang harus direncanakan agar dakwah berjalan secara maksimal.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     Pengertian hijrah

            Hijrah ini berasal berasal dari bahasa Arab yang artinya “meninggalkan suatu perbuatan atau menjauhkan diri dari pergaulan dari suatu tempat ke tempat yang lain”. Adapun hijrah menurut syaraiat islam ada tiga macam. Pertama, hijrah dari meninggalkan semua perbuatan yang di larang oleh Allah SWT ini wajib hukumnya. Kedua, hijrah mengasingkan diri dari pergaulan orang-orang musyrik atau orang-orang kafir yang memfitnah orang-orang yang kelak memeluk islam. Ketiga, hijrah(pindah) dari Negri atau daerah orang-orang kafir atau musyrik ke negri atau daerah orang muslim.Namun dewasa ini istilah hijrah bermakna lebih meluas, tidak saja digunakan untuk berpindah tempat, tapi juga sebagai usaha untuk menjadi lebih baik, yang bisa berbeda dari satu orang ke orang lain. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hijrah dimaknai dan dikaitkan dengan perubahan pada tiga hal, yakni gaya berpakaian dan prilaku, serta peningkatan dalam pengetahuan agama. Terkait hijrah ini dapat di kategorikan beberapa aspek (Yunus, 2019).

1.         Perubahan Tampilan Fisik

            Pada awal berhijrah biasanya penampilan fisik yang pertama kali jadi pusat diperhatian dan menjadi identitas bagi kaum muslimin (Setiawan dkk. 2017:105-106). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan hijrah terkait dengan tampilan fisik melalui dan ini dapat dibedakan berdasarkan gender. Perempuan yang telah berhijrah sangat identik dengan perubahan dari penampilan secara fisik, dari yang tidak berjiljab menjadi berjilbab, atau dari perempuan yang awalnya berjiljab tidak menutupi dada, yang diistilahkan sebagai “jilbab gaul” karena di model-model sedemikian rupa menjadi berjilbab yang lebih panjang dan menutupi dada (yang diistilahkan sebagai jilbab syar’i).

2.         Perubahan Prilaku

            Hijrah tidak hanya dimaknai dalam kaitan dengan penampilan dari sisi gaya berpakaian, tetapi juga pada perubahan prilaku yang berlandaskan pada agama, yang dalam hal ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam berkehidupan. Salah satunya sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwa: “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya” (HR. Tirmidzi). Rasulullah SAW dikenal sebagai suri tauladan yang baik akhlaknya, sehingga Allah SWT memerintahkan untuk mengikuti Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik” (QS. Al-Ahzab:21). Oleh karena perubahan gaya berpakaian bukan sebuah kewajiban bagi laki-laki, maka perubahan prilaku seseorang tidak selalu bergandengan dengan penampilannya. Perubahan prilaku lebih berkelindan dengan aktivitas terkait, yaitu upaya peningkatan pengetahuan agama, yang akan dibahas pada sub-sessi berikut ini.

3.         Peningkatan Pengetahuan Agama

            Dalam proses hijrah seseorang, salah satu indikator yang signifikan adalah senantiasa meningkatkan pengetahuan agama, agar perubahan yang dilakukan tidak melenceng dari ajaran agama dan upaya untuk semakin meningkatkannya dalam bentuk penampilan dan prilaku. Oleh karenanya hijrah juga dimaknai dalam kaitan peningkatan pengetahuan agama.

 

B.     Fenomena hijrah fest

            Seiring dengan berjalannya waktu hijrah ini menjadi berkembang bahkan sangat fenomenal sekali dalam kalanagn milenial, sehingga sampai banyak bermunculan komunitas hijrah dimana-mana dan kajian-kajian di berbagai masjid. Kemudian di tengah situasi tahun politik yang panas akhir-akhir ini, muncul fenomena arus hijrah yang luar biasa dari kalangan generasi milenial. Puluhan komunitas hijrah mulai bermunculan dan disambut antusiasme para pemuda pemudi milenial. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Bahkan, ada juga komunitas hijrah yang dibentuk oleh para artis dan selebritis salah satu komunitasanya ialah “komunitas hijrah fest”. Komunitas tersebut beranggotakan banyak artis tenar yang telah berhijrah.  Sehingga fenomena ini melahirkan berbagai produk turunan dengan berbagai inovasinya, untuk menagkap berbagai peluang dan potensi akibat lahirnya trend atau life style di kalangan anak muda muslim perkotaan, yang saat ini sedang menjadi gaya hidup modern di kalangan remaja Muslim perkotaan yang berdampak ke seluruh Indonesia. Situasi ini menjadi sebuah gerakan perubahan positif baik perorangan maupun kelompok yang akan membentuk komunitas yang aktif dan terorganisir satu sama lain.

            Beberapa artis Tanah Air seperti Arie Untung, Ricky Harun, Mario Irwansyah dan juga Dude Harlino telah memutuskan untuk berhijrah. Merekapun ingin bersama-sama berkeinginan untuk mengadakan suatu kegiatan untuk menambah pengetahuan tentang agama. Berangkat dari keinginginan tersebut keempat artis ini memutuskan untuk mengadakan hijrah fest 2018, lewat gelaran ini mereka ingin memperdalam pengetahuan agamanya bersama masyarakat luas. Seiring dengan berkembangnya trend hijrah dan meningkatnya jumlah komunitas muslim di Indonesia, dan juga meningkatnya kebutuhan sebuah wadah berkumpulnya umat dan komunitas muslim Indonesia secarah berjamaah dalam mencari jalan menuju kebaikan. Hijrah fest ini memenuhi kebutuhan tersebut, dengan mendatangkan berbagai tokoh, dan komunitas muslim untuk berbagi ilmu, dan bercerita pengalaman agar semakain memperkuat Ukhuwah Islamiyah di tanah air.

 

 

 

 

Gambar 1. 1 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat wawancara dengan awak media yang meliput       pembukaan Hijrah Fest 2018

            Festival Hijrah atau biasa disebut dengan Hijrah Fest ini dibuka oleh Gubenur DKI Jakarta Aniaes Baswedan, Jum’at 9-11-2018, di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC) adalah acara pengajian anak muda ibu kota yang dibarengi pameran lebih dari 100 brand produk halal, Talk Show, meet & greet hijrah, fashion show, hingga progam sosial hapus tato. kegiatan yang diperuntukkan sebagai wadah untuk mempersatukan dalam rangka saling menguatkan sebuah ukhuwah Islamiah dan juga merupakan ajang untuk mempertemukan berbagai pergerakan positif Islam dari berbagai kalangan. Harga tiket harian untuk mengikuti hijrah fest ini seharga dua kali lipat ayam. Rechees melalui T-cas, harga ini sudah termasuk bantuan infak kepada para korban gempa dan tsunami di Sulawesi pada waktu itu[1].

            Salah satu penggagas event tersebut adalah seorang MC dan pembawa acara televisi yang cukup beken di kalangan anak muda yaitu Arie Untung. Kata Arie “ even tersebut digagas oleh para artis-artis dan para pekerja seni yang sudah mulai hijrah ( mulai mendalami dan menjalakan ajaran Islam). Walaupun festival hijrah ini dimotori para artis, even ini mengikut sertakan para Ustaz dan dai ternama contohnya Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), Ustaz Abdullah Gymanstiar, dan juga para Ustaz muda yang punya jutaan Followers di media sosial misalnya Abdul Somad, Ustad Adi Hidayat, Felix Siaw, Ustaz Hanan Attaki, Ustaz Muzammil Hasballah, Ustaz Salim Bhanan, Koh Steven Indra, Ustaz Syakir Daulay. Juga menampilkan Hijab Squad, di antaranya : Zazkia Sungkar, Fitri Tropica, Shireen Sungkar, Diera Bachir, Chacha Frederica, Vebby Palavinta, Dewi Sandra, Fenita Arie, Dhini Aminarti, dan Kartika Putri. Sedangkan Hijrah Squad, Teuku Wisnu, Dude Harlino, Dimas Seto, Irwansyah dan Ricky Harun[2].

            Menurut sekretaris umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan “fenomena hijrah fest sebagai fenomena sosial keagamaan yang menarik, banyak yang antusias terhadap acara tersebut karena adanya fenomena keberislaman kota (urban Islam), sebagai Counter Cultural ( budaya kontra) atas kehidupan masyarakat kota yang selama ini identik dengan sekularisme, liberalisme dan hedinisme”. Dan ia juga mengatakan “ karena adanya fenomena populisme Islam yang disebabkan oleh pengaruh media, khususnya media sosial. Di acara hijrah fest tersebut, mayoritas ustaz yang tampil adalah ustaz online yang ceramahnya tersebar luas melalui dunia maya. Dan adanya religius enterpreneurship, seperti halnya ibadah umrah, zakat, kurban dan lainnya.”[3] Dalam kegiatan hijrah festival ini diharapkan bisa untuk sebagai wadah mempertemukan perorangan atau perkumpulan dalam rangka saling menguatkan satu sama lain dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. Selain itu juga, Hijrah Fest ini untuk memperluas akses produk dan jasa syari’ah ke pasar komunitas muslim di Indonesia. Hijrah fest juga bertujuan untuk menghidupkan terus ghirah muslim untuk hidup dalam tuntunan Al-Qur’an dan Assunnah sehingga menjadi Islam sebagai Lifestyle dalam kehidupan. Adanya pameran dalam acara ini untuk memperkenalkan produk dan jasa Dalam kegiatan hijrah festival ini diharapkan bisa untuk sebagai wadah mempertemukan perorangan atau perkumpulan dalam rangka saling menguatkan satu sama lain dalam bingkai ukhuwah Islamiyah. Selain itu juga, Hijrah Fest ini untuk memperluas akses produk dan jasa syari’ah ke pasar komunitas muslim di Indonesia. Hijrah fest juga bertujuan untuk menghidupkan terus ghirah muslim untuk hidup dalam tuntunan Al-Qur’an dan Assunnah sehingga menjadi Islam sebagai Lifestyle dalam kehidupan. Adanya pameran dalam acara ini untuk memperkenalkan produk dan jasa

C.     Tata Cara Pembelian Tiket Hijrah Fest

§  Kunjungi www.hijrahfest.com

§  Klik tombol “Beli Tiket”

§  Pilih hari berkunjung dan jumlah tiket yang hendak dibeli

§  Klik tombol “Pesan”

§   Lakukan pembayarang dengan Virtual Account Bank Muamalat yang ditampilkan

§  Setelah pembayaran, anda akan mendapatkan E-Voucer yang dikirim lewat via e-mail

§  Bawa e-voucher saat berkunjung ke hijrah fest dan tukarkan dengan tiket fisik/gelang di tiket Boot Hijrah Fest.

D.    Norma/ Aturan Yang Dipatuhi

a.      Aturan umum pengunjung hijrah fest

§  Dilarang membawa senjata tajam / api / kimia / biologi.

§  Dilarang membawa atribut partai / ormas apapun.

§  Dilarang membawa hewan peliharaan.

§  Dilarang menggunakan sandal/sepatu didalam area acara.

§  Dilarang membawa makanan / minuman dari luar.

§  Dilarang membuat kegaduhan / kekacauan di lokasi acara.

b.      Tata Tertib Dalam Kajian Hijrah Fest

§  Dianjurkan selalu menjaga wudhu

§  Mengosongkan area kajian setiap waktu sholat

§  Berpakaian rapih, sopan dan menutup aurat

§  Menjaga ketenangan dan ketertiban saat mengikuti kajian

§  Menjaga barang-barang bawaan masing-masing, jika terjadi

§  kehilangan diluar tanggung jawab penyelenggara

§  Menyerahkan barang temuan ke meja informasi

§  Menghentikan seluruh aktivitas saat adzan berkumandang untuk

§  persiapan sholat berjamaah

§  Menggunakan gelang peserta di lokasi acara.

E.     Kegiatan Komunitas Hijrah

            Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh komunitas hijrah fest salah satunya adalah mengadakan konferensi pers di Kopi Kalyan, Bintaro pada tanggal 14 Mei 2019.[4] Hijrah fest Ramadan ini akan diselenggerakan pada tanggal 24, 25, dan 26 Mei 2019. Bertepatan di Hall A dan B JCC Senayan. Arie K. Untung menyebutkan bahwa target peserta per harinya adalah 8.000 - 10.000 peserta. Mengingat jumlah peserta tahun lalu, besar kemungkinan tahun ini pun akan membludak. Apalagi Ada banyak acara tambahan yang tidak ada di tahun sebelumnya. Buka bersama, tarawih, kajian ilmu, qiyamul lail, sahur bersama, shalat subuh akan menjadi agenda rutin tiap harinya. Karena memang tahun ini konsepnya akan berbeda. Terbuka bagi peserta untuk menginap dengan perlengkapan yang disiapkan mandiri. Hijrahfest juga menyediakan kidzone bagi anak-anak yang hadir. Satu dari sekian banyak games yang disediakan adalah menulis Quran dengan harapan anak-anak menikmati Quran sejak dini. Ada banyak target yang diharapkan dari HijrahFest. Dua yang paling utama adalah mengumpulkan lebih banyak ukhwah dan business mathcing. Tercatat, tahun lalu aliran dana dari tenant bisa menembus 28 miliar. Potensi yang besar ini tentunya akan menjadi energi dakwah ke depannya. Kemudian kegiatan selanjutnya ialah kolaborasi Badan Wakaf Al Qur'an dengan Hijrah Fest di Ramadhan 1440 H untuk mewujudkan Wakaf Al Quran & Pembinaan bagi saudara muslim di Kepulauan Wakatobi. Dan kegiatan ini merupakan salah satu "Charity" H-17 Prepare For Hijrah Fest Edisi Ramadhan.[5]

 

 

HASIL PEMBAHASAN

F.     Pengaruh Komunitas Hijrah Fest Terhadap Masyarakat Milenial

            Dengan muncul fenomena arus hijrah yang luar biasa dari kalangan generasi milenial. Puluhan komunitas hijrah mulai bermunculan dan disambut antusiasme para pemuda pemudi milenial. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Bahkan, ada juga komunitas hijrah yang dibentuk oleh para artis dan selebritis. Komunitas tersebut beranggotakan banyak artis tenar yang telah berhijrah. Salah satunya dalah komunitas hijrah fest yang telah mendapatkan legitimasi dari gubernur DKI Jakarta yaitu Anis Baswedan pada bulan November tahun 2018, dan Anis juga mengarapkan dengan telah disahkannya komunitas hijrah ini menjadi indikasi kebangkitan umat islam di Indonesia “Tidak hanya dampak perkembangan di bidang religiusitas, akan tetapi merambah ke berbagai sektor, seperti sektor ekonomi”, ungkapnya dikutip dari esqnews.id.[6] Tentunya dengan kehadiran komunitas hijrah fest ini menimbulkan sebuah pengaruh besar terhadap masayarakat milenial, pada awalnya ada ketertarikan dengan kegiatan-kegiatan yang telah dikemas oleh komunitas hijrah tersebut seperti dengan menghadirkan da’i kondang seperti Oki Setiana Dewi, Ustadz Bachtiar Natsir, Abdul Somad, Salim A Fillah, Oemar Mita, Handy Bonny, Ahmad Ridwan, Abu Firda, Yoppi, dan berbagai ustadz lainnya.[7] Selain itu juga ketertarikan kaum milenial terhadap komunitas hijrah fest bukan hanya karena ada da’i – da’i kondang yang dihadirkan, karena disebabkan oleh adanya keinginan individu atau kelompok untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sisi agama Islam.

            Masyarakat yang melaksanakan hijrah memiliki keinginan agar hidup mereka lebih bermakna, sehingga aksi yang dilakukan beragama seperti mengikuti kajian-kajian agama islam, berpakaian sesuai syariat islam, tata cara berperilaku sesuai agama islam, dan sebagainya.[8] Gerkan hijrah islami milenial sangat berpengaruh pada masyarakat milenial yang memang lebih mengenal media sosial, lebih kritis, lebih dapat memberdakan mana yang baik dan buruk. Milenal memiliki berbagai alasan dan cara dalam melakukan hijrah islami seperti yang dilontarkan oleh mantan personel band “Saya merasa tenang di sini” sambil duduk di di ruang besar hall B. kemudian selain dari itu pengaruh dari komunitas hijrah fest ini juga dari sudut pandang ekonomi yang dimana mereka membuka bazar yang berisikan brand terkenal dan stayle yang kekinian sehingga mengakibatkan para kaum milenial tertarik. Sementara itu, Kepala Keamanan Hijrah Fest 2018 Steven Indra Wibowo mengatakan antusiasme masyarakat salah satunya disebabkan karena kegiatan itu diinisiasi oleh publik figur yang hijrah. Hal itu yang menarik minat masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Dia mencontohkan magnet paling menarik masyarakat yakni kehadiran Ustaz Abdul Somad.

            Seiring dengan perkembangan zaman yang serba canggih, apalagi pada zaman modern ini telah banyak menimbulkan perubahan terhadap akhlak dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai-nilai ilahiyah. Penyalahgunaan narkotika, kekerasan, tawuran dan lain sebagainya merupakan penyakit sosial dan sudah menjadi masalah nasional bahkan internasional. Hal ini tampaknya sudah merajalela terutama di kota-kota besar. Dewasa ini banyak pemuda/remaja yang mengalami dekadensi moral serta melalaikan syari’at yang telah Allah turunkan, bahkan syari’at islam tersebut sudah banyak dilupakan oleh umat islam itu sendiri. Banyak orang-orang yang telah melupakan identitasnya sebagai seorang muslim. Salah satu contohnya seperti kenakalan dikalangan remaja. Oleh karena itu dengan munculnya komunitas hijrah fest ini dapat meminimalisir  permasalahan sosial tersebut, karena komunitas hijrah ini sebagai wadah yang menampung para remaja yang memiliki latar belakang negatif seperti kenakalan remaja, pergaulan-pergaulan yang merusak akhlak mereka dan sebagainya, namun mereka berkeinginan untuk merubah dirinya menjadi lebih baik atau ingin hijrah ke hal-hal yang positif. Mereka menganggap bahwa komunitas pemuda hijrah mampu merubah mereka menjadi lebih baik melalui kajian-kajian atau bimbingan keagamaan yang disampaikan secara langsung kepada mereka. Dari uraian tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah semakin tinggi minat remaja mengikuti komunitas pemuda hijrah maka akan semakin positif akhlak mereka, begitupun sebaliknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data dari penelitian ini, teknik utamanya adalah angket. Sedangkan teknik tambahannya adalah Observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang dianalisis secara statistik dengan melalui pendekatan parsial dan korelatif. Dari hasil pengolahan data disimpulkan bahwa (1) Realitas Minat Remaja Mengikuti Komunitas Pemuda Hijrah termasuk kategori tinggi berdasarkan skor 3,75 karena berada pada Rentang 3,40 – 4,39; (2) Realitas Akhlak Mereka Sehari-hari termasuk kategori tinggi berdasarkan skor 4,18 karena berada pada rentang 3,40 – 4,39; dan (3) Hubungan antar keduanya menunjukkan (a) koefisien korelasinya terdapat pengaruh yang signifikan yang sedang berdasarkan skor 0,60 karena berada pada skala 0,41 – 0,60; (b) hipotesisnya diterima. Artinya semakin tinggi minat remaja mengikuti komunitas pemuda hijrah maka akan semakin positif pula akhlak mereka berdasarkan thitung (5,76) > ttabel (2,03); dan (c) kadar pengaruh kedua variabel adalah 36% dan 64% dipengaruhi oleh faktor lain baik itu faktor internal maupun eksternal. Dengan demikian, Minat mereka mengikuti Komunitas Pemuda Hijrah Berpengaruh terhadap akhlak mereka.[9]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

            Hijrah ini berasal berasal dari bahasa Arab yang artinya “meninggalkan suatu perbuatan atau menjauhkan diri dari pergaulan dari suatu tempat ke tempat yang lain”. Hijrah ini terdapat tiga macam. Pertama, hijrah dari meninggalkan semua perbuatan yang di larang oleh Allah SWT ini wajib hukumnya. Kedua, hijrah mengasingkan diri dari pergaulan orang-orang musyrik atau orang-orang kafir yang memfitnah orang-orang yang kelak memeluk islam. Ketiga, hijrah(pindah) dari Negri atau daerah orang-orang kafir atau musyrik ke negri atau daerah orang muslim. Pada awal berhijrah biasanya penampilan fisik yang pertama kali jadi pusat diperhatian dan menjadi identitas bagi kaum muslimin (Setiawan dkk.

             Hijrah tidak hanya dimaknai dalam kaitan dengan penampilan dari sisi gaya berpakaian, tetapi juga pada perubahan prilaku yang berlandaskan pada agama, yang dalam hal ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam berkehidupan. Perubahan prilaku lebih berkelindan dengan aktivitas terkait, yaitu upaya peningkatan pengetahuan agama, yang akan dibahas pada sub-sessi berikut ini. Dalam proses hijrah seseorang, salah satu indikator yang signifikan adalah senantiasa meningkatkan pengetahuan agama, agar perubahan yang dilakukan tidak melenceng dari ajaran agama dan upaya untuk semakin meningkatkannya dalam bentuk penampilan dan prilaku. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Komunitas tersebut beranggotakan banyak artis tenar yang telah berhijrah. Berangkat dari keinginginan tersebut keempat artis ini memutuskan untuk mengadakan hijrah fest 2018, lewat gelaran ini mereka ingin memperdalam pengetahuan agamanya bersama masyarakat luas. Hijrah fest ini memenuhi kebutuhan tersebut, dengan mendatangkan berbagai tokoh, dan komunitas muslim untuk berbagi ilmu, dan bercerita pengalaman agar semakain memperkuat Ukhuwah Islamiyah di tanah air. 1 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat wawancara dengan awak media yang meliput pembukaan Hijrah Fest 2018.

            Festival Hijrah atau biasa disebut dengan Hijrah Fest ini dibuka oleh Gubenur DKI Jakarta Aniaes Baswedan, Jum’at 9-11-2018, di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC) adalah acara pengajian anak muda ibu kota yang dibarengi pameran lebih dari 100 brand produk halal, Talk Show, meet & greet hijrah, fashion show, hingga progam sosial hapus tato. kegiatan yang diperuntukkan sebagai wadah untuk mempersatukan dalam rangka saling menguatkan sebuah ukhuwah Islamiah dan juga merupakan ajang untuk mempertemukan berbagai pergerakan positif Islam dari berbagai kalangan. Salah satu penggagas event tersebut adalah seorang MC dan pembawa acara televisi yang cukup beken di kalangan anak muda yaitu Arie Untung. Dan ia juga mengatakan “ karena adanya fenomena populisme Islam yang disebabkan oleh pengaruh media, khususnya media sosial. Di acara hijrah fest tersebut, mayoritas ustaz yang tampil adalah ustaz online yang ceramahnya tersebar luas melalui dunia maya. Apalagi Ada banyak acara tambahan yang tidak ada di tahun sebelumnya. Terbuka bagi peserta untuk menginap dengan perlengkapan yang disiapkan mandiri. Mulai dari komunitas yang berlevel nasional hingga yang berlevel lokal. Komunitas tersebut beranggotakan banyak artis tenar yang telah berhijrah.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Syamaun,  (2018). Reafirmasi Tema Amar Ma’ruf Dalam Aktivitas Dakwah Islam. Jurnal Al-Bayan, (24), 189-203.

Suherdiana, D. (2009). Model Dakwah Fardiyah Tarekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah dalam Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 4(14), 689-698.

Fajrani & Sugandi (2019)  Hijrah Islami Milenial Berdasarkan Paradigma Berorientasi Identitas” SOSIOGLOBAL,Vol. 3, No.2.

 

Hijrah Fest (2019). HijrahFest mengadakan konferensi pers di Kopi Kalyan. Bintaro: Hijrah fest.

Rizkia, (2019). Pengaruh Minat Remaja Mengikuti Komunitas Pemuda Hijrah Terhadap Akhlak Mereka. Skripsi,  UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

            Fenomena hijrah (2019) Fenomena Hijrah Milenial”  Diakses 4 Desember 2020, dari https://republika.co.id/berita/puyv6k349/fenomena-hijrah-kaum-milenial 

            Hijrah Fest (2019) Hijrahfest Ramadhan Goes to Wakatobi 09 s/d 13 Diakses 3 Desemberdari”https://hijrahfest.com/news-update?n=In-shaa-Allah-Hijrahfest-Ramadhan-Goes-to-Wakatobi-09-s/d-13-Mei-2019



[1] “Hijrah Fest 2018, Arie Untung Akui Banyak Tekanan” Dalam http://www.dakta,com/news /09/11/2018/ Diakses pada jam 15.35 WIB, 3 Desember 2020.

[2] “Festival Hijrah 2018 : Dari Hapus Tato, Kajian Ustaz Hingga Artis Yang Berhijrah” Dalam http://www.panjimas.com/news/2018/11/10/ Diakses pada jam 15.38 WIB, 3 Desember 2020.

[3] “Mu’ti: Hijrah Fest Fenomena Sosial Keagamaan Yang Menarik” Dalam https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/11/12/ Diakses pada jam 15.41 WIB, 3 Desember 2020.

[4] “Hijrah Fest 2019: HijrahFest mengadakan konferensi pers di Kopi Kalyan, Bintaro”https://hijrahfest.com/news-update?n=HijrahFest-mengadakan-konferensi-pers-di-Kopi-Kalyan,-Bintaro Diakses pada jam 22.46 WIB, 3 Desember 2020.

[5]“Hijrah Fest 2019 Hijrahfest Ramadhan Goes to Wakatobi 09 s/d 13”https://hijrahfest.com/news-update?n=In-shaa-Allah-@Hijrahfest-Ramadhan-Goes-to-Wakatobi-09-s/d-13-Mei-2019 Diakeses jam 23.01 WIB, 3 Desember

[6] “fenomena hijrah 2019 Fenomena Hijrah Milenial” https://republika.co.id/berita/puyv6k349/fenomena-hijrah-kaum-milenial Diakses jam 14.23, 4 Desember

[7] “Membludaknya hijrah 2018Membeludaknya Hijrah Fest: Milenial tak Peduli Islam?” https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/11/12/pi1176385-membludaknya-hijrah-fest-milenial-tak-peduli-islam Diakses jam 14.49 WIB, 4 Desember 2020

[8] Suci Wahyu Fajriani dan Yogi Suprayogi Sugandi,” Hijrah Islami Milenial Berdasarkan Paradigma Berorientasi Identitas” SOSIOGLOBAL,Vol. 3, No.2, Juni 2019

[9] Rina Yuni Rizkia, Skirpsi:”Pengaruh Minat Remaja Mengikuti Komunitas Pemuda Hijrah Terhadap Akhlak Mereka”(Bandung:UIN SGD, 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Filsafat Islam

Fiqh Al-Buyu

Fenomenologi